Candi Gebang berdenah bujur sangkar di tengah persawahan Wedomartani, Sleman
Budaya & Sejarah4 menit baca·

Candi Gebang: Candi Mungil Tanpa Tangga di Ngemplak

Candi Gebang di Wedomartani, Sleman ditemukan tahun 1936 lewat arca Ganesha. Simak sejarah pemugarannya, keunikan tanpa tangga, dan info kunjungannya.

Candi Gebang terletak di Dusun Gebang, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, di sebelah barat laut kompleks Perumahan Gebang Permai. Posisinya di tengah persawahan pada ketinggian sekitar 179 meter di atas permukaan laut.

Rutenya cukup mudah diingat: dari perempatan Jalan Affandi, ambil arah timur sampai Pasar Condongcatur, lalu ke utara sekitar satu kilometer — papan penunjuknya ada di sisi kanan jalan setelah jembatan. Banyak orang lebih mengenal namanya sebagai nama jalan dan perumahan ketimbang sebagai candi.

Candi Kecil dengan Detail yang Tidak Biasa

Candi Gebang berukuran mungil. Denahnya bujur sangkar sekitar 5,25 x 5,25 meter dengan tinggi kurang lebih 7,75 sampai 8 meter, berdiri di lahan sekitar 2.260 meter persegi yang membuatnya tampak makin kecil dikelilingi sawah.

Keanehan yang paling mengundang pertanyaan ada di pintu masuknya. Bilik pintu di sisi timur menggantung cukup tinggi dari permukaan tanah, tapi tidak ditemukan tangga batu sama sekali. Dugaan para arkeolog, tangga aslinya terbuat dari bahan yang mudah lapuk seperti kayu atau bambu, sehingga hilang tanpa jejak.

Detail lain menandai usianya. Kepala Kala di ambang pintu tidak memiliki rahang bawah — ciri khas gaya seni klasik tua. Bentuk bangunannya juga tergolong tambun dengan proporsi kaki candi yang tinggi, dan arca-arcanya digarap dengan gaya naturalis. Di puncaknya terdapat ornamen berbentuk lingga.

Berawal dari Arca Ganesha 1936 dan Info Kunjungan

Sejarah penemuannya berawal pada November 1936, ketika penduduk setempat yang sedang mengambil batu untuk bahan bangunan menemukan sebuah arca Ganesha. Dinas Purbakala Hindia Belanda menindaklanjuti dengan penelitian dan penggalian, dan terungkap bahwa arca itu bagian dari sebuah bangunan candi yang runtuh dan tertimbun endapan lahar Merapi.

Yang tersisa saat itu hanya bagian atap, sedikit tubuh, dan sebagian kaki candi. Pemugarannya dilaksanakan pada 1937 sampai 1939 di bawah pimpinan Prof. Dr. Ir. V.R. van Romondt, dengan sebagian besar tubuh bangunan terpaksa memakai batu pengganti.

Coraknya Hindu dan bersifat Siwaistis, dibuktikan oleh arca Ganesha di relung sisi barat, arca Nandiswara di sisi pintu masuk, serta dua buah yoni. Arca Mahakala yang semestinya berpasangan dengan Nandiswara sudah hilang sejak candi ditemukan. Berdasarkan ciri arsitekturnya, candi ini diperkirakan berasal dari periode tua sekitar 730–800 Masehi, masa Wangsa Sanjaya.

Candi Gebang berstatus cagar budaya peringkat kabupaten sesuai Keputusan Bupati Sleman Nomor 14.7/Kep.KDH/A/2017. Karena bukan objek wisata komersial berskala besar, sebaiknya konfirmasi jam kunjungan dan retribusi ke penjaga situs sebelum datang.

Eksplorasi Destinasi Sekitar di Sleman Timur

  • Embung Tambakboyo - sekitar 2 km - Waduk 7,8 hektar dengan jogging track keliling 1,5 km, ramai saat pagi dan senja.
  • Candi Sambisari - sekitar 5 km - Candi Hindu yang juga terkubur abu Merapi dan kini berdiri 6,5 meter di bawah tanah.
  • Monumen Jogja Kembali - sekitar 6 km - Bangunan kerucut berisi diorama perjuangan 1949 dan Taman Pelangi di malam hari.

Kesimpulan

Candi Gebang adalah situs kecil yang menyimpan pertanyaan besar — mulai dari tangga yang tak pernah ditemukan sampai arca Mahakala yang raib. Bagi yang tertarik pada gaya klasik tua percandian Jawa, kunjungan singkat ke sini memberi contoh yang jauh lebih jelas ketimbang candi-candi besar yang sudah banyak dipugar.

FAQ: Seputar Candi Gebang

Bagaimana Candi Gebang ditemukan?

Pada November 1936, penduduk setempat menemukan arca Ganesha saat mengambil batu untuk bahan bangunan. Penggalian lanjutan oleh Dinas Purbakala mengungkap bahwa arca itu bagian dari candi yang runtuh dan tertimbun endapan lahar Merapi.

Kenapa Candi Gebang tidak punya tangga?

Tidak ditemukan tangga batu di pintu masuknya meski posisi pintu cukup tinggi dari tanah. Arkeolog menduga tangga aslinya terbuat dari kayu atau bambu yang lapuk seiring waktu.

Kapan Candi Gebang dibangun?

Belum ada bukti tertulis yang memastikan tahunnya. Berdasarkan ciri arsitektur — proporsi kaki candi yang tinggi dan Kala tanpa rahang bawah — diperkirakan berasal dari periode tua sekitar 730 hingga 800 Masehi.

Rencanakan Trip Jogja-mu

Ada pertanyaan? Hubungi kami di WhatsApp. Konsultasi gratis, tanpa kewajiban.

Chat WhatsApp